Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sarolangun melaksanakan Kegiatan Literasi Statistik dan Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2025 yang dipusatkan di Aula Junjung Pseko Bappeda Sarolangun, Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola data daerah dan meningkatkan kapasitas perangkat daerah dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia (SDI).

Kegiatan ini mendapat perhatian serius dari perangkat daerah mengingat data statistik yang berkualitas menjadi landasan utama dalam pembangunan modern, perencanaan berbasis bukti (evidence-based planning), hingga penguatan pelayanan publik. Kepala BPS Kabupaten Sarolangun dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Hari Statistik Nasional dan World Statistics Day menjadi pengingat pentingnya literasi statistik sebagai kompetensi wajib di era big data.
Menurutnya, kemampuan mengolah, memahami, dan menggunakan data tidak hanya diperlukan oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat luas, pelaku usaha, serta para peneliti. “Data kini adalah fondasi setiap pengambilan keputusan. Karena itu, literasi statistik harus terus diperkuat,” ujarnya.

Selain literasi data, kegiatan ini juga berfokus pada Pembinaan Statistik Sektoral, yang merupakan rangkaian tindak lanjut Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2024. Sarolangun pada tahun tersebut memperoleh nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) sebesar 2,31 dengan kategori Cukup. BPS berharap melalui pembinaan berkelanjutan, nilai IPS Sarolangun dapat meningkat menjadi kategori Baik pada tahun mendatang.
Pada kesempatan yang sama, BPS juga menyampaikan sosialisasi awal Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), sensus besar nasional yang digelar setiap 10 tahun sekali dan menjadi instrumen penting untuk memotret struktur ekonomi Indonesia. SE2026 akan menjadi basis penyusunan kebijakan ekonomi nasional maupun daerah, termasuk pemetaan UMKM, analisis daya saing usaha, dan perencanaan investasi.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sarolangun, Ali Umar, S.Pd., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat implementasi SDI di daerah. Bappeda sebagai Sekretariat Forum SDI Kabupaten Sarolangun berkomitmen mendorong peningkatan kualitas data daerah, namun ia menekankan bahwa keberhasilan tata kelola data tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi aktif seluruh perangkat daerah dan pendampingan BPS.
Ia menyampaikan empat fokus penguatan kelembagaan SDI yang menjadi pekerjaan bersama, antara lain:
- Penguatan peran produsen data di seluruh perangkat daerah sesuai standar dan metadata statistik.
- Optimalisasi peran Walidata dan Walidata Pendukung, terutama dalam verifikasi, integrasi, dan publikasi data di Portal SDI Kabupaten.
- Penyempurnaan regulasi dan SOP SDI, sehingga pengelolaan data menjadi sistemik, bukan sekadar tugas teknis.
- Penguatan aspek kelembagaan, agar manajemen data menjadi tanggung jawab organisasi, bukan individu.
Lebih lanjut, Kepala Bappeda menegaskan bahwa peningkatan kualitas data akan berdampak langsung pada kualitas perencanaan pembangunan yang semakin terukur, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar output kegiatan benar-benar diimplementasikan di perangkat daerah masing-masing.

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan bersama untuk memperkuat kolaborasi BPS dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam bidang riset, penguatan literasi data, pemantapan statistik sektoral, dan persiapan SE2026. Pemerintah daerah menilai bahwa penguatan tata kelola data merupakan pondasi dalam mewujudkan Sarolangun yang lebih modern, terukur, dan berorientasi data.