Sarolangun – 18 November 2025.
Bappeda Kabupaten Sarolangun menyelenggarakan Forum Satu Data Indonesia (SDI) Tingkat Kabupaten Sarolangun Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Junjung Pseko Bappeda Kabupaten Sarolangun. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Sarolangun, Kepala BPS Sarolangun, Kepala Dinas PUPR, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Kominfo, para produsen data, walidata pendukung, pejabat pengelola sistem informasi, serta perwakilan perangkat daerah lainnya.

Acara diawali dengan laporan penyelenggara oleh Kabid PPEPD Bappeda Sarolangun, Muhamad Ihsan, SE, yang menyampaikan bahwa forum ini bertujuan memperkuat keselarasan sistem informasi daerah, meningkatkan akurasi data statistik dan geospasial, serta memastikan pemanfaatan data pemerintah daerah selaras dengan prinsip evidence-based policy. Forum ini juga menjadi langkah penting dalam mempersiapkan Kabupaten Sarolangun menghadapi proses pengukuran Indeks SDI Tahun 2025 oleh Bappenas.

Dalam laporannya, Kabid PPEPD menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama terkait daftar data internal OPD, data prioritas daerah, serta strategi penguatan tata kelola data yang akurat, mutakhir, dan terpadu. Selain itu, forum juga mendorong pengembangan Satu Data Geospasial sesuai Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) dan Satu Data Keuangan Daerah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan efektivitas perencanaan.

 

 

Selanjutnya, Kepala Bappeda Kabupaten Sarolangun, Ali Umar, S.Pd., M.Si, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa Forum SDI merupakan momentum penting dalam memperkuat koordinasi pengelolaan data lintas perangkat daerah. Penguatan tata kelola data diperlukan untuk memastikan seluruh proses pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan pemanfaatan data berjalan sesuai prinsip interoperabilitas serta konsistensi metodologi, sehingga dapat mendukung pembangunan yang lebih terukur dan akuntabel.

Kepala Bappeda juga memaparkan sejumlah arahan penguatan dan rekomendasi strategis hasil evaluasi SDI Tahun 2024 oleh Bappenas. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan kebijakan dan kelembagaan SDI, penyempurnaan regulasi daerah, penyusunan SOP SDI, penyepakatan daftar data internal OPD, pemetaan data prioritas, penyusunan standar data statistik dan spasial, hingga pembaruan Portal Satu Data Indonesia Kabupaten Sarolangun agar semakin terintegrasi dengan portal nasional.

 

 

Beliau juga menyampaikan dua agenda pengembangan SDI Sarolangun ke depan, yakni pengembangan Satu Data Geospasial berbasis JIGN dan pengembangan Satu Data Keuangan Daerah. Keduanya dinilai sebagai pondasi penting untuk memperkuat analisis wilayah, mendukung kebijakan berbasis lokasi, meningkatkan transparansi fiskal, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.

Pada akhir sambutannya, Kepala Bappeda mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama dalam menghadirkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, beliau secara resmi membuka Forum Satu Data Indonesia Tingkat Kabupaten Sarolangun Tahun 2025.

 

 

Melalui penyelenggaraan forum ini, Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap terwujudnya tata kelola data yang lebih baik, integratif, dan berdaya guna dalam mendukung pembangunan daerah serta transformasi digital pemerintah secara berkelanjutan.