Pembinaan Suku Anak Dalam Kabupaten Sarolangun

Home

Written by Super User
Category:

Jumlah SAD di Kabupaten Sarolangun 553 KK  / 2.121 Jiwa atau 0,89 % dari jumlah penduduk Kabupaten Sarolangun (Data Tahun 2016 ) Sebaran Lokasi : 15 Lokasi, 11 desa dan 7 kecamatan.

RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN TERPADU BAGI KOMUNITAS WARGA SUKU ANAK DALAM

Pasca kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Sarolangun Tahun 2015, Pemda Sarolangun merencanakan pembangunan Kawasan Terpadu Bagi Komunitas SAD sebagai berikut :

—Pada Kawasan Terpadu ini akan dibangun jalan akses menuju kawasan terpadu, perumahan khusus SAD, pusat pelayanan pendidikan, pusat pelayanan kesehatan, pelayanan kependudukan melalui UPTD dan lahan perekonomian bagi SAD.

—Rencana Lokasi berada dalam kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas di Kecamatan Air Hitam.

Namun dalam pelaksanaannya kita hanya dapat membangun infrastruktur Jalan, Sekolah, Pustu dan UPTD diluar kawasan TNBD, terkait dengan tidak dapatnya izin pembangunan di kawasan TNBD. Sehingga warga SAD sedikit mengalami hambatan dalam mengakses layanan tersebut.

PROGRAM DAN KEGIATAN PEMERINTAH KABUPATEN SAROLANGUN BAGI SUKU ANAK DALAM

Bidang Pendidikan :

—- Pembangunan Rumah Guru Sekolah SAD (2016)

—- Pembangunan 1 unit Sekolah khusus SAD (2017)

—- Pembinaan dan Peningkatan Pendidikan bagi warga SAD.

—- Pemberian Insentif  Guru SAD

—- Pemberian Beasiswa Khusus Anak SAD

—- Pengadaan Perlengkapan Sekolah nak SAD

—- Dokumentasi dan Publikasi SAD

—- Kegiatan Temu Konsultasi Pengelola SAD

- Penyediaan Genset untuk SAD (2016)

Bidang Kesehatan :

—- Pembangunan Pustu Bukit Suban (2016)

—- Pengadaan Meubelair untuk Pustu (2016)

—- Penyediaan tenaga kesehatan dan pemberian insentif Khusus SAD

—- Pengadaan Alat Kesehatan Khusus SAD (2016)

—- Jaminan Kesehatan bagi Suku Anak Dalam sebanyak 638 Jiwa.

—- Posyandu khusus Suku Anak Dalam sebanyak 3 ( tiga ) unit.

—- Memberikan Layanan rutin Pusling 2 ( dua ) kali dalam sebulan

- Tersedianya Ruang Rawat Inap Khusus bagi Suku Anak Dalam  di Puskesmas Pematang Kabau.

Bidang Infrastruktur :

—- Pembukaan Jalan Baru Bukit Suban–Bukit 12 (2016)

—- Pembangunan Jalan Rabat Beton Pemukiman Suku Anak Dalam (2016)

- Pembangunan Gedung UPTD Komunitas Adat Terpencil (2016)

Bidang Sosial :

—- Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil.

—- Bantuan Sembako Bagi SAD

- Bantuan Jaminan Hidup bagi Suku Anak Dalam.

RENCANA PENYEDIAAN LAHAN USAHA SEBAGAI SUMBER EKONOMI SUKU ANAK DALAM

—- Dikarenakan lahan TNBD tidak bisa dimanfaatkan dan memperhatikan Kondisi APL yang terbatas dan sudah dikuasai masyarakat, maka Pemkab telah mengajukan pemanfaatan Hutan Produksi pada Hutan Produksi  Serenggam Hilir Kelompok Hutan Tabir Kejasung dengan Luasan + 2.600 Ha untuk aktifitas ekonomi Suku Anak Dalam.

—Permohonan ini dalam bentuk :

   -Penetapan Areal Kerja Hutan Kemasyarakatan (HKM), HTR dan Hutan Desa.

   -Penerbitan Permen LHK khusus pemanfaatan HKM SAD.

- Pada sisi lain, Menteri LHK telah menerbitkan SK Nomor 279 Tahun 2017 tentang pencadangan lahan seluas 5.445 ha bagi Warga SAD yang berada di 5 Desa di Kecamatan Air Hitam, di luar lokasi yang kita ajukan. Namun demikian, lahan HP ini telah dikuasai masyarakat dengan menanam tanaman karet dan kelapa sawit sehingga sulit untuk kita manfaatkan bagi SAD.

—Selain itu kita juga mengajukan permohonan kelebihan Lahan HGU PT. SAL seluas 1.112 Ha yang harus dikembalikan ke Negara, yang menurut aturannya bisa dikelola oleh masyarakat (SAD) bekerjasama dengan BUMN.

—Pada kunjungan terakhir bersama dengan KOREM 042 GAPU, kami menyerap aspirasi bahwa Suku Anak Dalam tersebut tetap menginginkan berada dalam kawasan TNBD karena kondisi eksistingnya, mereka telah melakukan budidaya tanaman karet dan lainnya. Untuk itu, saat ini mereka meminta pengakuan atas hak kelola hutan pada lahan yang telah mereka usahakan saat ini.

Dua tahun terakhir kami telah mandapatkan dukungan pembangunan rumah SAD dari Kementerian PU, namun tidak bisa dibangun di TNBD karena terkait permasalahan kawasan.